Hati : Raja Penuh Rahasia

hati.jpgHati Manusia. Bukan hanya yg berdegup sepanjang nafas.
Ia sesuatu yg abstrak dari pandangan. Penuh rahasia, namun ia adalah raja.

 

 

 

Hati adalah pusat aktifitas rohani, sebagaimana ‘jantung’ adalah pusat aktifitas tubuh manusia.

Rasulullah SAW, bersabda :

“Sesungguhnya didalam tubuh terdapat sebongkah daging yang apabila berkwalitas baik, maka seluruh tubuh menjadi baik. Dan apabila berkwalitas buruk, maka seluruh tubuh menjadi buruk. Ingatlah, bongkahan daging itu adalah jantung.” (HR. Al Bukhori dan Muslim)

Rasulullah SAW memberikan perumpamaan melalui anatomi tubuh manusia. Organ utama manusia dalam tubuh adalah jantung. Apabila jantung sehat, maka seluruh anggota tubuh lainnya menjadi sehat. Itu sebagai perumpamaan urgensi hati terhadap seluruh bentuk amal perbuatan .Bila hati manusia baik, maka seluruh amal perbuatannya, otomatis, menjadi baik.

Al Mazuri menjelaskan, “Sebagian ulama menggunakan hadist ini sebagai alasana bahwa akal manusia itu ada didalam hati, bukan kepala”

Ini hal menarik. Pendapat itu ternyata dikuatkan oleh firman Allah : “….mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami(ayat-ayat Allah)..”(Al-A’raaf 179).

Pendapat itu, meski tidak harus mutlak, tetap dapat dibenarkan. Karena meskipun secara fisik otak didalam kepala lebih dekat dengan gerak pikiran seseorang, namun harus disadari, bahwa pikiran itu abstrak. Sementara manusia hanya terdiri dari 2 materi utama : pisik tubuh yg bersifat konkrit, dan hati atau jiwa yg abstrak.

Pikiran adalah abstrak ,berarti berasal dari hati. Hati yang dimaksud disini adalah ‘hati’ dalam pengertian abstrak, bukan organ tubuh manusia yg lebih dikenal sebagai ‘lever’. Jadi wujudnya tidaklah kongkrit, bukan bisa dikatakan : didalam dada.

Dalam sebuah syair Arab disebutkan :

Seorang pemuda itu setengahnya adalah lisan dan setengahnya lagi adalah hatinya. Meskipun yg tampak hanyalah fisik daging dan darah”

Dengan demikian, secara tidak langsung, hati dalam nuansa abstrak adalah sentral pergerakan seluruh anggota tubuh. Seperti halnya jantung, dalam nuansa kongkrit, menjadi sentral aktifitas tubuh. Selain itu, dengan hati, manusia dapat berpikir. Padahal pikiran adalah bagian abstrak dari tubuh manusia yg terpenting dan paling dihargai.

Bahkan dengan pemikiran, seseorang mampu hidup ‘selamanya’ dalam arti, ia akan selalu dikenang dan disebut-sebut oleh banyak orang sesudah kematiaannya.

Muhammad bin Hasan bin Ali At-Tirmidzi memberi penjelasan sebagai berikut, “Hati itu ibarat raja, sementara seluruh anggota tubuh ibarat budak. Masing-masing anggota tubuh mungkin saja mengerjakan berbagai urusan, namun tetap dengan kehendak hati. Hati itu sendiri bergerak sesuai dengan kehendak Allah. Tidak ada seorangpun yang bisa menjenguk hati orang lain. Allah berhak untuk menghilangkan atau menanamkan apa saja yg Dia kehendaki dalam hati seseorang hamba. Bila dalam hati ada cahaya atau sinar tauhid, atau nilai-nilai ketaatan kepada-Nya, semua itu juga berasal dari Allah. Hatilah yg memikirkan semua itu dan dari hati juga muncul berbagai persoalan.”

Mudah Berubah

Namun yang amat disayangkan, disisi lain, hati manusia adalah bagian dari miliknya yg paling mudah berubah-ubah dan bergonta-ganti haluan.

Nabi SAW bersabda :

“Hati manusia itu lebih mudah berbolak-balik dibandingkan dengan panci yg berisi penuh air mendidih” (lihat Az-Zuhd oleh Ibnul Mubarak 1 : 490)

Konon apabila mendengar berita kematian seseorang dalam kondisi baik, Abu Darda berkata, “Alangkah beruntungnya dia. Seandainya aku bisa menggantikan posisinya. “Ummu Darda, yakni istri beliau, serta merta berkata, “Aku lihat, setiap kali mendengar berita kematian seseorang, engkau berkata, “Alangkah beruntungnya dia! Seandainya aku bisa menggantikan posisinya!Kenapa demikian?”Abu Darda balik bertanya, “Apakah engkau tidak menyadari, bahwa terkadang seseorang menjadi mukmin dipagi hari, namun disore harinya menjadi munafik? “Ummu Darda balik bertanya pula, “Bagaimana itu bisa terjadi? “Abu Darda menjawab, “Terkadang iman seseorang dicabut dari hatinya, sementara ia tidak menyadarinya. Oleh sebab itu, dengan kematiannya itu, ia membuatkau lebih iri daripada dengan segala sholat dan puasa yg pernah dilakukannya.”

Maha Suci Allah! Demikianlah hati seorang Abu Darda, seorang sahabat Nabi yang agung, seorang yang amat dihormati di kalangan para Sahabat sendiri! Bagaimana ia merasa demikian khawatir terhadap akhir kehidupannya? Kenapa dia merasa demikian takut bila hatinya mengalami perubahan ke arah yg lebih buruk? Sehingga ia demikian merasa iri terhadap orang yg meninggal dengan husnul khaatimah! Itulah hasil puncak dari sebuah ketakwaan, dari hati yg bersih.

Nabi SAW juga bersabda :

Hati disebut qolb(yg berbolak-balik), karena kondisinya memang suka berbolak balik. Perumpamaan hati itu seperti sehelai bulu yang menancap di akar pohon, ia akan berbolak balik tak karuan digerakkan oleh angin.” (Riwayat Ahmad IV : 408. Lihat Shohihul Jami’ 2361)

Rawan Tergoda

Selain itu, berbagai godaan dan kegemerlapan dunia, seringkali menjadi penyebab hati manusia menjadi semakin tidak stabil. Tanpa kunci ketakwaan dan keimanan yg kuat, hati akan mudah tergoda.

Nabi SAW bersabda :

Berbagai bentuk godaan dihadapkan kepada hati seperti hamparan tikar, seutas demi seutas. Hati siapapun yg menyerap godaan tersebut, pasti akan terkena noktah hitam. Hati manapun yg menolak godaan tersebut, pasti akan terselimuti noktah putih. Akhirnya, seluruh hati akan kembali kepada dua kondisi saja : yg hitam legam seperti kendi yg terbalik, tidak dapat mengenal kebenaran dan tidak dapat menolak kemungkaran, hanya akan mengikuti hawa nafsunya saja. Dan kedua, hati yg putih bersih, tidak akan tergoda oleh fitnah apapun selama bumi dan langit masih tegak.” (HR. Muslim)

Seorang mukmin harus berusaha sekuat tenaga dan segala upaya yg dia mampu, untuk menjaga hatinya agar tetap teguh dalam keimanan. Itulah proses mempertahankan dan meningkatkan ketakwaan sekaligus menyucikan hati, atau biasa disebut Tazkiyatun Nafs.

Hati adalah terminal jiwa.

Hati adalah napas dan nyawa.

Hati, organ tubuh yg tersembunyi.

Hati, benda tubuh yg bergoyang tiada henti.

Hati hanya satu kata yg membuatmu menjadi pasti, mati!

 

Penulis : Abu Umar Basyir

Dikutip dari : Majalah Elfata terbitan Mei, 2005

3 Comments

  1. deti
    Posted September 18, 2007 at 8:07 am | Permalink

    Assalamu’alaikum..
    artikel bagus…

  2. erni arie susanti
    Posted September 21, 2007 at 7:37 am | Permalink

    Assalamu’alaikum akhi

    Subhanallah bagus blognya (ups…afwan gak boleh memuji ya)
    yang pasti oke untuk ukuran anak IT yang setau ane jarang banget nulis….meskipun gak semua
    cuma mo kasih komen..
    kalo bisa untuk tausyiah, kutipan hadis, Al-Qur’an dan dialog sedikit dibedain tulisannya..biar yang baca bisa inget…karena sesuatu yang beda akan mudah diingat orang

    keep fight untuk belajar menulis….kali aja bisa nyaingin Habibburahman el Shirazy….bikin ayat-ayat perjuangan…🙂

  3. Posted Januari 18, 2008 at 3:01 am | Permalink

    kemaren malam hati saya gundah, gundah sekali. kegundahan yang selalu membaut tidurku terjaga. seperti mata ini terpejam namun hati selalu bercerita dan berbicara tiada hentinya.
    saya putuskan untuk keesokan harinya searching google dengan key word berbolak-baliknya hati
    untuk mencari kepastian bahwa yang kewalahan mengendalikan hati bukan hanya saya
    betapa tatkala kita tidak mampu mengendalikannya.

    sebagai orang beragama
    saya hanya bisa memohon pada Allah supaya menggenggam hati, fikiran dan ego saya sebagai manusia
    oooohhh hati yang berbolak-balik dan berusaha memperkenalkan pada kita berbagai suasana. teramatlah susah dibandingkan mengendalikan kuda yang sedang berlari kencang
    namun semuanya itu akan terasa mudah bila kita menyadari
    “bahwa Allahlah yang mampu mengendalikan hati maka memohon ampunlah dan supaya menjaga hati dan iman kita”
    amiiin


Tulis sebuah Komentar

%d blogger menyukai ini: